Novidades
Puisi
Por Unknown em
Puisi
0 Comentários
Jadikan Aku
Tuhan,
Jangan belokkan badai yang akan menerjangku,
tapi jadikan aku orang yang mampu bertahan di tengah badai,
karena badai-badai yang lain pasti akan menghampiriku,
aku tak ingin lemah dan tumbang tiap kali dia datang.
Jangan hindarkan segala hal yang bisa menyakiti hatiku,
tapi jadikan hatiku kebal akan tajamnya pedang kehidupan,
karena setiap yang kulihat, kudengar dan kurasa, bisa melukaiku,
dan aku tak ingin menilai dunia ini kejam laksana siksa neraka.
Jangan selalu menobatkan aku menjadi sang pemenang,
tapi jadikan hatiku lapang dan menerima segala kekalahan,
karena jika aku sering dimanjakan dalam kehidupan,
aku tak akan pernah bisa menerima pahit getir cobaanMu.
Jangan cegah sesuatu yang membuatku menjadi kecewa,
tapi jadikan aku manusia yang bisa memahami segala kondisi,
karena apa-apa yang kuanggap baik belum tentu baik bagiMu,
dan aku tak ingin menjadi mudah patah hati pada dunia ini.
Jangan jauhkan kesedihan dan kesulitan melanda hidupku,
tapi jadikan aku bisa tersenyum dalam duka dan gembira,
karena aku yakin semua kehendakMu adalah terbaik adanya,
dan aku tak ingin menjadi manusia yang mudah menangis.
Puisi
Por Unknown em
Puisi
0 Comentários
Pahlawan
(Puisiku untuk Hari Pahlawan, dengan memberikan penghargaan setinggi-tingginya bagi para pahlawan kemanusiaan pada bencana Merapi, Mentawai, Wasior, dsb)
Courtesy of Kompas.com
Bukan berteriak jihad,
tapi kemuliaan telah indah kau pahat,
meringankan beban sesama umat,
ketika bumi serasa bagai kiamat,
serentak kau menjadi sepakat,
bahwa semua mahkluk harus selamat.
tapi kemuliaan telah indah kau pahat,
meringankan beban sesama umat,
ketika bumi serasa bagai kiamat,
serentak kau menjadi sepakat,
bahwa semua mahkluk harus selamat.
Bukan mencari untung,
tapi nyawa rela kau sabung,
ketika jerit tangis menusuk jantung,
tak cukup kau duduk termenung,
atau hanya berdiri mematung,
kau tunjukkan langkahmu yang agung.
tapi nyawa rela kau sabung,
ketika jerit tangis menusuk jantung,
tak cukup kau duduk termenung,
atau hanya berdiri mematung,
kau tunjukkan langkahmu yang agung.
Bukan hanya berucap simpati,
mengobral janji menjual teori,
kau berdiri gagah berani,
memenuhi panggilan nurani,
menghibur ibu pertiwi,
yang tengah menangis bersedih hati.
mengobral janji menjual teori,
kau berdiri gagah berani,
memenuhi panggilan nurani,
menghibur ibu pertiwi,
yang tengah menangis bersedih hati.
Bukan memburu gelar pahlawan,
cukup disebut sebagai relawan,
menjujung tinggi nilai kemanusiaan,
menyelamatkan alur kehidupan,
tanpa mengharap imbalan dan pujian,
kau berjuang di jalan Tuhan.
cukup disebut sebagai relawan,
menjujung tinggi nilai kemanusiaan,
menyelamatkan alur kehidupan,
tanpa mengharap imbalan dan pujian,
kau berjuang di jalan Tuhan.
Puisi
Por Unknown em
Puisi
0 Comentários
Walau Tak Indah di Matamu
Walau tak indah di matamu,
itulah caraku menyayangimu,
hingga kelak kau akan tahu,
betapa besar cinta di hatiku.
Walau membuatmu sakit,
itulah caraku agar kau bangkit,
karena aku inginkan yang terbaik,
bagimu sang penghuni lubuk hati.
Lihatlah awan putih di sana,
menghias angkasa dengan ketulusannya,
meski tak ada ucapan terima kasih,
dia akan selalu membiaskan sinar kasih.
Suatu hari nanti,
kau akan membenarkanku,
dan semua yang anggap kejam,
adalah keindahan yang terpendam.
Puisi
Por Unknown em
Puisi
0 Comentários
Ijinkan Aku Mengenang
Ijinkan aku mengenang,
untuk setiap jengkal yang pernah kita lalui,
untuk setiap detik yang pernah kita lewatkan,
untuk setiap kata yang pernah kita ucap,
untuk sebuah rasa yang pernah kita ungkap.
Ijinkan aku mengenang,
pada kisah panjang yang melelahkan,
pada bayangmu yang selalu menemani,
pada senyum indah yang pernah kau beri,
pada seutas asa yang pernah kita cipta.
Ijinkan aku mengenang,
bagi keindahan yang pernah kita reguk,
bagi kedamaian yang pernah kita bentuk,
bagi nyayian rindu yang selalu mengalun,
bagi dunia yang pernah kita warnai.
Kendati kini kau telah pergi,
tapi sejatinya kau masih tetap di sini,
terikat pada tali jerat dalam hati,
dan akan terus begitu,
selalu dan selamanya.
Puisi
Por Unknown em
Puisi
0 Comentários
Jika Masih Ada Aku
Jika namaku masih tertulis di hatimu,
tolong jaga biar tak pudar,
walau bukanlah manuskrip keindahan masa lalu,
setidaknya akan menjadi prasasti abadi,
yang berdiri atas nama persaksian cintaku.
Jika bungaku masih tumbuh di hatimu,
tolong rawat biar tak layu,
walau tak mampu menjadi panorama indah bagimu,
setidaknya akan meneduhkan sejengkal rasamu,
dari merah jingga terik dunia.
Jika sesekali tembangku mengalun di hatimu,
tolong jangan biarkan matamu terlelap,
walau desahku terdengar sumbang bagimu,
setidaknya bait demi bait lirik yang kutulis,
adalah sejujur-jujurnya perkataanku.
Jika wajahku masih tergambar di hatimu,
tolong sisihkan waktu untuk memandangnya,
walau kini tlah buram bias warnanya,
setidaknya ada seulas senyum yang hendak kuberi,
senyum dengan sejuta arti yang tak pernah kau mengerti.
Jika semua telah berubah,
biarlah berubah seperti angin berputar arah,
tapi ada satu hal perlu kau mengerti,
janji lamaku tak akan pernah goyah,
untuk menyayangimu sampai jamanku berlalu.
Puisi
Por Unknown em
Puisi
0 Comentários
Aku dan Ketiadaanku
Di mana aku,
ketika berada di sisimu,
seakan lenyap tak berpuing,
sirna tak berjejak.
Aku hilang,
menyublim berganti raga,
hingga tak kukenali diriku,
saat kugenggam erat jemarimu,
Aku adalah ketiadaan,
yang ada hanyalah cinta,
jelmaan selangit rindu,
yang bisa kau rasa hadirnya.
Atas nama ketiadaanku,
atas dasar kerinduanku,
atas unjuk perasaanku,
kasihi aku sepanjang hidupmu.
TV 0nline
| Blog: |
| diki kezper |
Topics: |
Jakarta Time
!-end>!-local>
SMS GRATIS
Widgets Standard


